Selasa, 10 Januari 2017

Dekripsi dan Enkripsi dengan Metode RSA

halo semuanya.... :)
apa kabar nya hari ini ???
aku harap baik-baik saja. :)




Kali ini saya akan membahas mengenai Deskripsi dan Enkripsi dengan metode RSA niiii....
Hasil gambar untuk rsa

yaudah langsung saja yaa....

Sebagai media komunikasi umum, suatu jaringan
sangat rawan terhadap penyadapan, pencurian, dan
pemalsuan informasi. Proses pengiriman data pada
suatu jaringan harus menjamin keamanan dan
keutuhan, jika tidak, akan terjadi kemungkinan-kemungkinan
seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Untuk itu salah satu cara untuk mengamankan data
dari kejadian-kejadian tersebut, diperlukan penyandian
terhadap data yang akan dikirim. Penyandian ini
sangat penting, apalagi dalam sektor-sektor strategis
seperti bisnis, perbankan, atau pemerintahan sangat
memerlukan teknologi penyandian Informasi.

Ilmu menyandi (kriptografi) sebetulnya adalah ilmu
yang sudah dikenal bahkan semenjak jaman Julius
Caesar (sebelum masehi). Ilmu ini tidak hanya
mencakup teknik-teknik menyandikan informasi,
tetapi juga teknik untuk membongkar sandi.


Enkripsi adalah suatu proses mengubah sebuah teks
murni (plaintext) menjadi sebuah runtutan karakter
atau data yang terlihat tidak berarti dan mempunyai
urutan bit yang tidak beraturan, disebut ciphertext.
Proses pengubahan kembali ciphertext menjadi plaintext disebut dekripsi.


Terdapat banyak algoritma penyandian di dunia ini,
yang paling banyak dipakai di dunia adalah DES dan
RSA. Di samping DES dan RSA, masih ada banyak
sandi lain seperti MD2 (dipakai GSM), IDEA, RC2,
dll. Akan tetapi, DES dan RSA adalah yang paling
populer dan paling banyak dipakai. 


RSA banyak dipakai oleh banyak perangkat lunak di
dunia, contohnya adalah pada program browser
internet MS Internet Explorer dan Netscape. Salah
satu sistem penyandian yang juga banyak dipakai
adalah DES (Data Encryption Standard). Mekanisme
kerja RSA cukup sederhana dan mudah mengerti,
tetapi kokoh. Sampai saat ini satu-satunya cara untuk
mendobraknya adalah dengan cara mencoba satu
persatu kombinasi kunci yang mungkin atau yang
biasa disebut brute force attack. Sehingga penentuan
tingkat keamanan suatu sandi dari kemungkinan
dibongkar adalah seberapa panjang dari sandi
(ukuran kunci) terebut. Karena jika semakin panjang
suatu kode, maka semakin banyak pula kombinasi
kunci yang mungkin ada.


RSA sendiri dibuat pada tahun 1978. RSA adalah
singkatan dari nama para penemunya, yaitu Ron
Rivest, Adi Shamir, dan Leonard Adleman. RSA
adalah salah satu algoritma penyandian yang paling
banyak mengundang kontroversi, selain DES. Sejauh
ini belum seorang pun yang berhasil menemukan
lubang sekuriti pada DES dan RSA, tetapi tak seorang
pun juga yang berhasil memberikan pembuktian
ilmiah yang memuaskan dari keamanan kedua teknik
sandi ini.


Untuk menyandi informasi dan untuk menerjemahkan
pesan tersandi sebuah algoritma penyandian
memerlukan sebuah data biner yang disebut kunci.
Tanpa kunci yang cocok orang tidak bisa
mendapatkan kembali pesan asli dari pesan tersandi.
Pada DES digunakan kunci yang sama untuk
menyandi (enkripsi) maupun untuk menterjemahan
(dekripsi), sedangkan RSA menggunakan dua kunci
yang berbeda. Isitilahnya, DES disebut sistem sandi
simetris sementara RSA disebut sistem sandi
asimetris. Kedua sistem ini memiliki keuntungan dan
kerugiannya sendiri. Sistem sandi simetris cenderung
jauh lebih cepat sehingga lebih disukai oleh sementara
kalangan industri. Kejelekannya, pihak-pihak yang
ingin berkomunikasi secara privat harus punya akses
ke sebuah kunci DES bersama. Walaupun biasanya
pihak-pihak yang terkait sudah saling percaya, skema
ini memungkinkan satu pihak untuk memalsukan
pernyataan dari pihak lainnya.


RSA yang menggunakan algoritma asimetrik
mempunyai dua kunci yang berbeda, disebut pasangan
kunci (key pair) untuk proses enkripsi dan dekripsi.
Kunci-kunci yang ada pada pasangan kunci
mempunyai hubungan secara matematis, tetapi tidak
dapat dilihat secara komputasi untuk mendeduksi
kunci yang satu ke pasangannya. Algoritma ini disebut
kunci publik, karena kunci enkripsi dapat disebarkan.
Orang-orang dapat menggunakan kunci publik ini, tapi
hanya orang yang mempunyai kunci privat sajalah
yang bisa mendekripsi data tersebut.


MEKA ISME DASAR KERJA RSA



Tingkat keamanan algoritma penyandian RSA sangat
bergantung pada ukuran kunci sandi tersebut (dalam
bit), karena makin besar ukuran kunci, maka makin
besar juga kemungkinan kombinasi kunci yang bisa
dijebol dengan metode mengencek kombinasi satu
persatu kunci atau lebih dikenal dengan istilah brute
force attack
. Jika dibuat suatu sandi RSA dengan
panjang 256 bit, maka metode brute force attack akan
menjadi tidak ekonomis dan sia-sia dimana para hacker pun tidak mau/sanggup untuk menjebol sandi
tersebut.


Proses Pembuatan Kunci



Dalam membuat suatu sandi, RSA mempunyai cara
kerja dalam membuat kunci publik dan kunci privat
adalah sebagai berikut :

  1. Pilih dua bilangan prima p dan q secara acak , p ≠
    q. Bilangan ini harus cukup besar (minimal 100
    digit).

  2. Hitung N = pq. Bilangan N disebut parameter
    sekuriti
    .

  3. Hitung φ = (p-1)(q-1).

  4. Pilih bilangan bulat (integer) antara satu dan φ (1
    < e < φ) yang tidak mempunyai faktor pembagi
    dari φ.

  5. Hitung d hingga d e ≡ 1 (mod φ).


Keterangan :

  • Langkah 3 dan 4 dapat dihasilkan dengan cara
    algoritma Euclidean

  • Langkah 4 dapat dihasilkan dengan
    menemukan integer x sehingga d = (x(p-1)(q-1)
    + 1)/e menghasilkan bilangan bulat, kemudian
    menggunakan nilai dari d (mod (p-1)(q-1))

Setelah melalui cara ini, maka kita akan mendapatkan
kunci publik dan kunci privat. Kunci publik terdiri
dari dua elemen, yaitu :

  • N, merupakan modulus yang digunakan

  • e, eksponen publik atau eksponen enkripsi

dan kunci privat, yang terdiri dari :

  • N, merupakan modulus yang digunakan, sama
    seperti pada kunci publik

  • d, eksponen pribadi atau eksponen deskripsi,
    yang harus dijaga kerahasiaanya


Nilai p dan q sebaiknya dibuang atau dijaga
kerahasiaannya, karena terdapat N dimana p dan q adalah faktor pembagi dari N. Walaupun bentuk ini
memperbolehkan dekripsi secara cepat dan signing menggunakan Chinese Remainder Theorem (CRT),
hal ini mejadi lebih tidak aman karena bentuk ini
memperbolehkan side channel attacks. Side channel
attacks
adalah sebuah serangan yang berdasarkan
informasi yang dikumpulkan dari implementasi fisik
(atau kelemahan secara fisik) dari sebuah sistem
kriptografi, dibanding dengan kelemahan teoritis dari
algoritmanya sendiri. Sebagai contohnya, faktor-faktor
kurun waktu dari informasi, konsumsi tenaga, bahkan
suara yang ditimbulkan dapat membantu
mempermudah informasi yang bisa diambil untuk
menjebol sistem tersebut.


Proses Enkripsi Pesan



Misalkan pada suatu kasus si A ingin mengirim pesan
m kepada si B. A mengubah m menjadi angka n < N,
menggunakan protokol yang sebelumnya telah
disepakati dan dikenal sebagai padding scheme.
Padding scheme harus dibangun secara hati-hati
sehingga tidak ada nilai dari m yang menyebabkan
masalah keamanan. Contohnya, jika kita ambil contoh
sederhana dari penampilan ASCII dari m dan
menggabungkan bit-bit secara bersama-sama akan
menghasilkan n, kemudian pessan yang berisi ASCII
tunggal karakter NUL (nilai numeris 0) akan
menghasilkan n = 0, yang akan menghasilkan ciphertext 0 apapun itu nilai dari e dan N yang
digunakan.


Maka A mempunyai nilai n dan mengetahui N dan e,
yang telah diumumkan oleh B. A kemudian
menghitung ciphertext c yang terkait pada n :


c = ne mod N (1)



Perhitungan tersebut dapat diselesaikan dengan
menggunakan metode exponentation by squaring,
yaitu sebuah algoritma yang dipakai untuk komputasi
terhadap sejumlah nilai integer yang besar dengan
cepat. Kemudian A mengirimkan nilai c kepada B.


Proses Dekripsi Pesan



B sudah menerima c dari A, dan mengetahui kunci privat yang digunakan B. B kemudian mengembalikan nilai n dari c dengan langkah-langkah sebagai berikut :


n = cd mod N (2)



Perhitungan diatas akan menghasilkan n, dengan
begitu B dapat mengembalikan pesan semula m.
Prosedur dekripsi bekerja karena


cd ≡ (n)d ≡ (mod N) (3)



Kemudian, karena ed ≡ 1 (mod p-1) dan ed ≡ 1 (mod
q-1), hasil dari Fermat's little theorem.


ned ≡ n (mod p) (4)


dan


ned ≡ n (mod q) (5)



Karena p dan q merupakan bilangan prima yang
berbeda, mengaplikasikan Chinese remainder theorem akan menghasilkan dua macam kongruen


ned ≡ n (mod pq) (6)



Serta


cd ≡ n (mod N) (7)



Contoh Penghitungan RSA



Sekarang kita mencoba suatu contoh untuk mengenal
lebih dalam sistem kerja enkripisi RSA. Misalnya kita
mau mengenkripsi kata “SECRET” dengan RSA, lalu
kita dekripsi kembali ke dalam plaintext.


Karena p dan q berjumlah minimal 100 digit atau
lebih, nilai d dan e bisa berjumlah sama dengan 100
digit dan nilai N akan berjumlah 200 digit. Untuk itu
di contoh pemakaian berikut, kita akan memakai
angka-angka yang kecil agar mudah dalam
penghitungan. Cara pengerjaannya adalah :

  1. Kita pilih p = 3 dan q = 5

  2. Hitung N = pq = 3*5 = 15

  3. Nilai e harus merupakan bilangan prima yang
    lebih besar dan relatif dekat dengan (p-1)(q-1) =
    (2)(4) = 8, sehingga kita pilih e = 11. Angka 11
    adalah bilangan prima terdekat dan lebih besar
    daripada 8

  4. Nilai d harus dipilih sehingga

    (ed - 1)

    (p-1)(q-1)

    adalah sebuah integer. Lalu nilai

    (11d - 1) / [(2)(4)] = (11d - 1) / 8

    juga merupakan integer. Setelah melalui proses
    penghitungan, salah satu nilai yang mungkin
    adalah d = 3.

  5. Lalu kita masukkan kata yang akan dienkripsi,
    “SECRET”. Kita akan mengkonversi string ini ke
    representasi desimal menggunakan nilai karakter
    ASCII, yang akan menghasilkan nilai ASCII 83
    69 67 82 69 84

  6. Pengirim akan mengenkripsi setiap digit angka pada saat yang bersamaan menggunakan nilai kunci publik (e, n) = (11,15). Lalu setiap karakter ciphertext akan masuk ke persamaan

    Ci = Mid mod 15

    Yang akan menghasilkan nilai digit masukan adalah 0x836967826984 yang akan dikirim sebagai 0x2c696d286924


  7. Penerima akan mendekripsi setiap digit angka
    menggunakan nilai kunci privat (d, n) = (3, 15).
    Lalu, setiap karakter plaintext akan masuk
    persamaan

    Mi = Ci3 mod 15


    String masukan yang bernilai 0x2c696d286924,
    akan dikonversi kembail menjadi
    0x836967826984, dan akhirnya angka-angka
    tersebut akan diubah kembali menjadi bentuk
    string plaintext yang bernilai “SECRET”


Dari contoh di atas kita dapat menangkap suatu
kelemahan dari pemakaian p dan q yang bernilai kecil
yaitu bisa kita lihat di digit ke-4, ke-6 dan ke-9 tidak
berubah saat dienkripsi, dan nilai 2 dan 8 dienkripsi
menjadi 8 dan 2, yang berarti dienkripsi menjadi
kebalikannya. Tapi kesimpulan yang bisa diambil dari
contoh yang sederhana ini adalah RSA dapat
digunakan dalam penyandian dalam pengiriman
informasi.


Kunci RSA yang mempunyai ukuran 512 dan 768 bit
dianggap masih lemah dan mudah dijebol. Ukuran
kunci yang dianjurkan adalah 1024 bit. Ukuran 2048
dan 3072 bit merupakan suatu ukuran yang lebih baik.

Selasa, 11 Oktober 2016

Penghantar Kriptografi ( Tugas Ketiga)

Halo semuanya ,,,
Kali ini saya akan membahas tentang Penghantar Kriptografi pada Keamanan Sistem komputer. Langsung saja kita ke topik pembahasan.


Kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua suku kata yaitu kripto dan graphia. Kripto artinya menyembunyikan, sedangkan graphia artinya tulisan. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi, seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data .Tetapi tidak semua aspek keamanan informasi dapat diselesaikan dengan kriptografi.
Kriptografi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau seni untuk menjaga keamanan pesan.


Pada prinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama yaitu:
  1. Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca
  2. Ciphertext, yaitu pesan acak yang tidka dapat dibaca
  3. Key, yaitu kunci untuk melakukan teknik kriptografi
  4. Algorithm, yaitu metode untuk melakukan enkrispi dan dekripsi

Kemudian, proses yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi 2 proses dasar pada Kriptografi yaitu:
  1. Enkripsi (Encryption)
  2. Dekripsi (Decryption)
dengan key yang digunakan sama untuk kedua proses diatas. Penggunakan key yang sama untuk kedua proses enkripsi dan dekripsi ini disebut juga dengan Secret Key, Shared Key atau Symetric Key Cryptosystems.Berikut adalah ilustrasi 4 komponen dan 2 proses yang digunakan dalam teknik kriptografi.

Picture


Enkripsi
Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga Additive/Substitution Cipher).


Plaintext
rumah
Motor
kompor
Ciphertext 
xasgn
suzux
qusvux
Dekripsi
Dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima ‘pembalik’ dan key yang sama. Contoh:
Ciphertext 
xasgn
suzux
qusvux
Plaintext
rumah
Motor
kompor
Contoh Cryptography 

Data Asal = “ RUMAH “
     Key = 7 
Data Acak ?
Picture


Prinsip Dasar Keamanan Jaringan
Prinsip keamanan jaringan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

a. Kerahasiaan (secrecy)
Secrecy berhubungan dengan hak akses untuk membaca data ,informasi dan suatu sistem computer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberi wewenang secara legal.

b.  Integritas (integrity)
Integrity berhubungan dengan hak akses untuk mengubah data atau informasi dari
suatu sistem komputer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang telah diberi hak.
Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju.dengan cara  virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

c.   Ketersediaan (availability)
Availability berhubungan dengan ketersediaan data atau informasi pada saat yang dibutuhkan. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi yang terdapat pada sistem komputer dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang berhak.

d.  Authentication
Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul- betul asli, orang yang mengakses dan memberikan informasi adalah benar orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah server yang asli.

e.   Akses Kontrol
Aspek kontrol merupakan fitur-fitur keamanan yang mengontrol bagaimana user berkomunikasi dengan sistem. Akses kontrol melindungi sistem dari akses yang tidak berhak dan umumnya menentukan tingkat otorisasi setelah prosedur otentikasi berhasil dilengkapi.


PERANCANGAN KEAMANAN JARINGAN
Dalam merencanakan suatu keamanan jaringan, ada beberapa metode yang dapat ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :

1.       Pembatasan akses pada suatu jaringan
a.    Internal Password Authentication: Password local untuk login ke sistem harus merupakan password yang baik serta dijaga dengan baik.
b.    Server Based password authentication: setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut
c.    Server-based token authentication : penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya bisa dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
d.    Firewall dan Routing Control : Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan.

2.    Menggunakan Metode dan mekanisme tertentu

a.    Enkripsi : Proses enkripsi meng-encode data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca data.
b.    Terminologi Kriptografi : Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi.
c.  Terminologi Enskripsi – Dekripsi : Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi (decryptionü Digital Signature : digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan non-repudiation
d. Algoritma Checksum/Hash : Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan authentication. Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service

3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan
Dengan adanya pemantauan yang teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak berhak dapat dihindari/cepat diketahui. Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal, maka perlu diketahui aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada saat aktifitas normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa saja yang biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu segera diperiksa. Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.
Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

JENIS-JENIS SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER
Sebuah jaringan komputer harus memiliki untuk menghindari berbagai macam serangan oleh para hacker/cracker. Bagi para administrator jaringan pun harus jeli dalam menggunakan jenis sistem keamanan yang digunakan. Pada dasarnya jenis keamanan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

1.    Keamanan fisik
Keamanan fisik lebih ditekankan pada hardware. Hal ini digunakan untuk melindungi hardware tetap dalam kondisi baik untuk melakukan operasi pada jaringan.

2.    Kemanan jaringan
Keamanan jenis ini lebih bertipe ke abstrak. Jadi kemanan ini dilakukan oleh benda yang tidak tampak, baik itu menggunakan software atau perintah lainnya. Contoh pengamanan jaringan adalah dengan menggunakan firewall ataupun proxy yang digunakan untuk mem filter user yang akan menggunakan jaringan.

3.    Otorisasi akses
Otorisasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika kita ingin mengakses sesuatu di jaringan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan hanya user tertentu saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan.

4.    Proteksi Virus
Virus adalah sebuah metode penyerangan sistem komputer dengan menggunakan sebuah program yang dapat membuat sistem kacau dan mengalami kerusakan. Virus sendiri bisa diatasi dengan menginstall antivirus pada komputer dan selalu update databasenya yang terbaru.

5.    Penanganan bencana
Perencanaan bencana adalah Perencanaan langkah-langkah yang akan diambil jika terjadi bencana yang mengakibatkan rusaknya sebuah sistem dan hilangnya data-data penting. Hal ini dimaksudkan agar kerusakan pada sistem lebih cepat teratasi.


DISASTER RECOVERY PLANNING
Disaster recovery plan merupakan sebuah prosedur  penyelamatan dan pemulihan khususnya fasilitas IT dan sistem informasi yang  berisikan tindakan-tindakan konsisten yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah adanya kejadian (bencana) yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi.
Menurut Rosenberg (2006:4) ada 10 langkah dalam menjalankan Disaster Recovery Plan, yaitu:

1.    Define key Assets, Threats and Scenarios
Langkah pertama dalam pembuatan DRP adalah mengidentifikasi aset-aset penting organisasi dan dampak apa yang ditimbulkan apabila aset tersebut hilang. Contoh aset yang seharusnya dilindungiadalah E-mail beserta archive, File dan dokumen yang ada di jaringan LAN, Desain dan spesifikasi produk, Employee knowledge, Sistem accounting beserta komponen-komponennya

2.    Determine the Recovery Window
Setelah mengidentifikasi aset yang ada maka berikutnya menentukan “recovery window” yaitu, berapa lama organisasi dapat bertahan tanpa menggunakan sebuah aset. Proses ini dilakukan pada setiap aset yang ada. Semakin cepat dibutuhkannya sebuah aset untuk kembali dapat digunakan, maka akan semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan pada proses pemulihannya.

3.    Defining Recovery Solution
Langkah ketiga ini dibuat berdasarkan langkah pertama dan kedua, dimana organisasi menentukan pendekatan dan solusi terbaik yang akan dilakukan setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari hilangnya setiap aset dan lama waktu pemulihannya. Solusi yang bisa diambil seperti melakukan backup data atau membuat copy data dan disimpan di sebuah lokasi off-site.

4.    Draft a Disaster Recovery Plan
Pada langkah ini berisikan bagaimana organisasi akan melindungi setiap aset dan juga menetukan proses yang akan dilakukan selanjutnya serta cara komunikasi yang akan digunakan selama disaster recovery berlangsung. Lebih jauh lagi langkah ini akan membahas berapa besar kerusakan yang ditanggung dan cara untuk meminimalisasi kerusakan.

5.    Establish a communications plan and assign roles
Langkah ini bertujuan untuk membuat perencanaan komunikasi antar employee maupun dengan customer dan menentukan role dan kewajiban dari setiap anggota tim disaster recovery. Komunikasi harus jelas dan tersedianya informasi kontak yang up-to-date dari setiap anggota tim, serta adanya penentuan chain of command sehingga komunikasi bisa berjalan teratur.

6.    Disaster Recovery Site Planning          
Langkah berikutnya adalah menentukan “recovery site” yaitu, lokasi yang ditujukan sebagai tempat menjalankan sistem yang digunakan dalam disaster recovery. Menentukan recovery site bertujuan untuk menghadapi sebuah situasi dimana data center yang menjadi lokasi utama penyimpanan data tidak dapat diakses

7.    Accessing Data and Applications
Pada langkah ini organisasi menentukan metode untuk mengkases data dan aplikasi pada data center utama. Pemindahan data ke recovery site dapat dilakukan secara manual, yang berarti tim disaster recovery harus segera menuju ke recovery site. Penggunaan metode ini akan memakan biaya transportasi. Metode lain adalah penggunaan web-server, dengan menggunakan metode ini maka sebagian besar tim dapat menggunakan desktop atau laptop untuk mengakses VPN.

8.    Document the Disaster Recovery Plan, in Detail
Pada langkah ini penting untuk membuat planning yang lebih detail untuk dapat melakukan pemindahan data ke recovery site dengan benar. Elemen penting dalam Disaster recovery plan adalah melakukan dokumentasi akan planning bagaimana data akan dikembalikan ke sistem semula setelah data center utama sudah kembali beroperasi, seperti melakukan synchronization data dan re-load server.

9.    Test Disaster Recovery Plan
Melakukan real test bertujuan untuk menyiapkan staff  dalam menghadapi situasi darurat dan juga untuk mencari kesalahan-kesalahan yang terdapat pada DRP. Test baik dilakukan berulang-ulang sesuai dengan perubahan sistem dan proses bisnis organiasi.

10.  Refine and Re-Test the Disaster Recovery Plan
Tahap terakhir adalah melakukan revisi sesuai dengan test yang sudah dilakukan sebelumnya dan melakukan test kedua untuk menguji plan yang sudah direvisi. Langkah ini juga baik dilakukan berulang-ulang  untuk menyesuaikan perubahan.

Selasa, 13 September 2016

Sistem Keamanan Pada Film Warrior Of The Net ( Tugas Kedua )

Haiii ...
Pada posting kali ini saya akan membahas tentang sistem keamanan pada film Warrior of The Net loh. Film ini membahas tentang proses perjalanan data dalam jaringan internet. Oh ya sebelum kita kupas lebih dalam lagi mengenai Warrior Of The Net ini, aku mau Review Film warrior of the net dan keamanan sistem yang ada pada film tersebut.

 


1.Review Film

Film ini menceritakan tentang proses bagaimana kita melakukan interaksi dengan sebuah website, mulai dari kita meng-klik sampai informasi yang kita minta sampai kepada kita.

Film Warrior Of The Net sendiri menceritakan cara kerja dari internet . Tentang  perjalanan data saat kita browsing di internet, hingga data-data tersebut sampai di hadapan kita. Video ini memberikan penjelasan secara visual tetang proses pengiriman paket data dari client ke server dan sebaliknya.

Sebagai gambaran umum,TCP/IP merupakan dasar dari pengiriman data tentunya dasar dari internet saat ini. Dalam prosesnya, data akan melalui beberapa tahap yaitu :

  • Aplication
  • Transportation
  • Internet
  • Network Interface
Cerita didalam film ini berdurasi 13 menit , diawali dengan pengenalan tokoh cerita, dari paket data, router, router switch, dan ping of death si pembawa traffic. Begitu pengguna internet mengklik suatu hyperlink maka ilustrasipun akan dimulai. Dalam network interface, data difragmentasi menjadi paket-paket data. Untuk selanjutnya, paket data tersebut diberi cap ditiap tahapannya, dalam hal ini kepala dari paket data diberi cap TCP layer dan IP layer.
Paket data memulai perjalanannya dari network interface, router, switch router internal lalu masuk ke dalam jaringan web atau internet. Perjalanan terlihat begitu berat. Dalam perjalanannya ia melalui jalan yang sangat panjang, bahkan melalui darat, laut, dan udara. Tapi tentunya lingkungan di luar kabel tidak mempengaruhi apa yang terjadi di sini.

Tibalah paket router ini di tempat router. Router memindahkan paket-paket data jika aliran data mengalami traffic tinggi. Ia memindahkan beberapa paket data melalui jalur lain. Jika aliran data benar-benar padat, kerusakan data mungkin saja terjadi karena tugas router menjadi sangat berat.

Paket data melanjutkan perjalanannya kembali. Kini paket masuk ke sebuah persimpangan, bertemu dengan router switch. Kemudian paket paket akan ditentukan ke mana ia akan pergi.

Paket data sudah hampir sampai tujuan. Paket sudah masuk wilayah server sekarang. Ia sampai pada sebuah firewall. Beberapa data berbahaya seperti ping of death akan dihancurkan jika melewati tempat ini. Dan paket-paket data yang selamat tetap meneruskan perjalanannya.

Paket data selanjutnya melewati proxy sebuah server. Di sini terdapat beberapa pintu port. Misalnya 80 untuk halaman web, 25 untuk email, dan 21 untuk transfer protocol. Bagi data-data yang kriterianya sudah ditentukan akan hancur di sini. Misal saja proxy : cache ITB.ac.id port 8080 akan menolak data anime . Data tersebut tidak akan lolos pada tahap ini.

Setelah lolos barulah data mereka akan disatukan menjadi satu bagian yang utuh. Server me-reply apa yang diminta oleh pengguna internet melalui jalur yang sama. Data diafragma menjadi paket-paket, melalui router dan switch router, masuk ke dalam jaringan internet, bertemu dengan firewall ataupun proxy, dan masuk ke aplikasi pengguna internet.



Film “Warrior of the Net” menjelaskan tentang proses perjalanan data di dalam jaringan internet. Perjalanan data di mulai ketika misalnya kita sedang mengklik sebuah alamat link (semisal http://www.facebook.com). Pertama-tama data tersebut masih berupa bit-bit yang kemudian dikemas menjadi paket-paket data. Pada setiap paket data diberikan label yang berisi informasi penting seperti alamat pengirim, alamat penerima, jenis paket, serta alamat proxy.

Setelah diberikan label yang berisi informasi penting tersebut, paket data tersebut akan masuk ke dalam jaringan LAN(Local Area Network) dimana di dalam jaringan LAN ini terdapat banyak sekali paket data yang berlalu-lalang. Paket-paket data tersebut seperti TCP packet, UDP packet, ICMP ping packet, sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi collision atau tabrakan antar paket. Untuk menghindari terjadinya collision tersebut maka terdapat Router atau penghala. Router akan membaca alamat pada paket-paket data tersebut dan memindahkan paket-paket tersebut ke alamat yang dituju. Dalam penanganan oleh Router, tidak menutup kemungkinan ada paket data yang hilang.

Setelah melewati Router, kemudian paket data akan dipilah kembali oleh Switch. Cara kerja Switch lebif efisien daripada Router. Fungsi Switch juga sama yaitu memilah paket-paket data untuk dikirim ke alamat tujuanya. Pada tahap selanjutnya paket data akan masuk ke dalam Network Interface dan mengantri untuk melewati Proxy. Proxy berfungsi sebagai perantara untuk mengurangi beban yang ada di jaringan internet. Selain itu Proxy juga berperan dalam keamanan data. Proxy akan membuka setiap paket data yang masuk dam membaca URL di dalamnya. Ketika ditemukan URL yang terlarang maka Proxy akan segera menghancurkan paket data tersebut.

Kemudian untuk paket-paket data yang berhasil lolos dari Proxy akan melanjutkan perjalananya. Kemudian paket-paket data akan melewati Firewall. Firewall berfungsi untuk mencegah paket-paket data yang tidak diinginkan masuk kedalam jaringan perusahaan serta mencegah bocornya data atau informasi rahasia dari perusahaan. Setelah berhasil menembus Firewall, paket-paket data tersebut akan kembali di pilah oleh Router untuk masuk ke dalam Bandwith yang disediakan. Tidak semua paket data dapat memasuki Bandwith yang di sediakan. Untuk paket data yang tidak berhasil masuk ke dalam Bandwith maka akan dikirimkan permintaan untuk pengiriman paket data kembali.

Pada akhirnya paket-paket data tersebut telah sampai pada jaringan Internet. Ketika paket data sampai di alamat yang dituju, paket data harus memasuki Firewall kembali. Di dalam Firewall ini paket data yang berbahaya seperti Ping of Death akan dihancurkan. Firewall akan membuka jalur port. Terdapat beberapa port, misalnya port 80 yang digunakan untuk halaman we, port 25 digunakan untuk email, dan port 21 digunakan untuk FTP(File Transfer Protocol). Paket-paket data yang tidak sesuai dengan kriteria port yang di tentukan akan segera di hancurkan.

Setelah melalui perjalanan yang panjang paket data akan sampai di web server, paket data akan dibuka satu demi satu untuk diambil datanya. Kemudian paket data yang telah kosong akan diisi kembali untuk menyampaikan informasi jawaban kepada si pengirim data. Paket data jawaban tersebut akan melalui proses yang sama untuk sampai ke komputer si pengirim.


2. Berikut Keamanan sistem yang terdapat pada film warrior of the net

• Proxy : Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah -olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.dan proxy juga berfungsi sebagai filtering.

• Firewall : Firewall adalah salah satu aplikasi pada sistem operasi  yang dibutuhkan oleh jaringan komputer untuk melindungi integritas data / sistem jaringan dari serangan -serangan pihan yang tidak bertanggung jawab.  Caranya dengan melakukan filterisasi terhadap paket -paket yang melewatinya.
 

Perangkat yang terlibat meliputi :

  1. TCP Packet
  2. Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.

  3. UDP Packet
  4. Packet yang digunakan untuk mengirimkan pesan pendek yang disebut datagram antar sesama program dalam jaringan

  5. Router
  6. Komputer yang software dan hardwarenya diperuntukkan untuk melakukan routing dan forwarding. Router menyambungkan dua atau lebih subnet.

  7. Ping of Death
  8. Packet yang mengandung lebih dari 65,536 byte, yang merupakan jumlah maksimum dari ukuran IP packet. Ping semacam ini dapat mengakibatkan crash pada komputer penerima ping.

  9. Router Switch
  10. Suatu alat dalam jaringan yang menghubungkan beberapa segment dalam network.
     
Source :
http://dianakusuma12.blogspot.co.id/2014/09/hasil-diskusi-film-warrior-of-net-ksk.html?m=1  

http://pancadarmagea5.blogspot.co.id/2014/09/deskripsi-film-warrior-of-net.html?m=1 

http://fery-dedi.blogspot.co.id/2012/03/warrior-of-net-perjalanan-data-di.html?m=0 
 

Hesti Florencia Simanjuntak Template by Ipietoon Cute Blog Design